X
    Categories: Aplikasi & Software

Manfaat Software Akuntansi Dalam Laporan Keuangan Perusahaan

Fungsi akuntansi di zaman modern ini tak dapat terlepas dari peranan akuntansi pada bisnis atau perusahaan untuk memberikan informasi keuangan bagi perusahaan serta untuk mengendalikan biaya atau cost yang dikeluarkan. Konsep-konsep akuntansi pun diperlukan sebagai pertanggungjawaban seluruh kegiatan operasional yang dilakukan perusahaan baik secara internal maupun eksternal dikarenakan seluruh kegiatan operasional perusahaan berhubungan dengan uang.

Laporan yang dihasilkan dapat berupa neraca, jurnal keuangan, laporan laba rugi, laporan arus kas dsb. Perhitungan manual dengan menggunakan tenaga akuntan atau tenaga keuangan lainnya tentu dibutuhkan untuk meningkatkan transparansi dan juga kualitas akan informasi keuangan perusahaan.

Tetapi di zaman digital kini dimana teknologi telah berkembang pesat dan membutuhkan kecepatan informasi tentu para akuntan membutuhkan software akuntansi untuk memudahkan kinerja nya dalam mengelola laporan keuangan secara profesional.

Software akuntansi kini tersedia dengan spesifikasi dan juga fitur yang beragam. Berikut adalah beberapa fungsi yang dapat membantu memudahkan perusahaan untuk dapat mengelola keuangan nya dengan baik.

1. Fungsi Neraca Keuangan

Neraca merupakan suatu laporan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi tertentu yang menunjukkan posisi keuangan pada akhir periode tersebut. Terdiri dari tiga bagian yaitu aset, liabilitas, dan juga ekuitas. Tujuan fungsi neraca ini adalah penyediaan informasi secara mendalam akan laporan keuangan perusahaan dengan menampilkan detail debit dan kredit perusahaan.

2. Fungsi Inventory

Inventory merupakan suatu aset yang ada dalam perusahaan baik dalam bentuk barang yang dimiliki oleh perusahaan ataupun barang barang yang sedang dalam proses pembuatan. Dibagi menjadi tiga kelompok yaitu persediaan bahan baku, persediaan dalam proses, dan juga persediaan barang jadi. Dalam software akuntansi terdapat menu gudang dan juga akan terdapat informasi tentang inventory yang dapat diisi dan dimonitor oleh perusahaan guna mendapat informasi stock produk nya secara tepat.

3. Fungsi Purchasing/Pembelian

Proses pembelian/purchasing merupakan proses pencarian sumber atau bahan produksi untuk membantu kegiatan produksi bisnis/perusahaan tersebut. Dalam proses pembelian biasanya diperlukan form pembelian (purchase order) sebagai bukti otentik dalam dokumen pembelian perusahaan. Software akuntansi biasanya meyediakan fungsi ini untuk mengatur format purchase order dalam memudahkan laporan pembelian.

4. Fungsi Penjualan

Fungsi penjualan merupakan fungsi yang sangat penting dalam proses keuangan, selain menampilkan detail produk, fungsi ini juga dapat menampilkan detail pajak, diskon, dan juga pembatalan (void). Dalam software akuntansi biasanya fungsi penjualan ini berbentuk Point of Sale (POS) yang terdapat dalam sistem komputer kasir.

5. Fungsi Stock Opname

Stock opname penting dilakukan untuk menghitung fisik persediaan suatu produk dalam stock. Selain untuk mengetahui keabsahan laporan dalam suatu pembukuan, stock opname juga dapat membantu perusahaan untuk melakukan fungsi sistem pengendalian intern (SPI) dengan baik. Beberapa fungsi sistem pengendalian intern adalah untuk membandingkan persediaan stock dari tahun ke tahun, untuk mendapatkan HPP (Harga Pokok Penjualan) pada laporan keuangan, dan mengetahui kebenaran dalam laporan keuangan/pembukuan apakah data nya cocok atau apakah ada kecurangan, dsb.

View Comments