ReactOS, Sistem Operasi Pengganti Windows XP

ReactOSPerusahaan besar microsoft secara resmi telah mengumumkan tentang akan dirilisnya windows 8 pada bulan februari serta menghentikan dukungan terhadap windows-windows versi sebelumnya seperti Windows XP kurang lebih 2 tahun lagi.

Windows XP memang sebuah sistem operasi yang tidak jarang digemari oleh sebagain orang pengguna komputer.

Dalam keadaanya sistem operasi ini bahkan sampai saat ini masih terdapat pengguna setia yang enggan berpindah ke sistem operasi windows terbaru seperti, Windows Vista, Windows 7 bahkan yang terbaru windows 8.

Dengan dihentikanya dukungan terhadap windows XP, tentu para pengguna setia akan khawatir dengan sistem yang diklaim simpel dan sederhana ini. Akan tetapi, bagi para pecinta windows XP tidak perlu bersedih hati.

Karena ada sebuah sistem operasi baru yang berbasi windows NT/Xp yang sedang dikembangkan untuk menjadi alternatif pengganti windows XP yang dukunganya akan segera dihentikan tersebut.

ReactOS ® sistem operasi bebas dan open source untuk Microsoft Windows ® yang kompatibel dengan hardware dan perangkat lunak yang ada.

Sistem operasi bebas dan open source ini mempunyai arsitektur Windows NT, menyediakan dukungan untuk aplikasi dan driver, serta alternatif dari sistem operasi desktop dan server.

Singkatnya, ReactOS ini dirancang dengan stabil dan ringan. Model keringanan ini diadopsi seperti Windows 95. Meskipun ringan, ReactOS menawarkan banyak dibandingkan dengan Windows 95 dengan pengalaman yang up-to-date.

Sistem operasi ini berlisensi GNU GPL yang artinya anda bisa meng-copy serta bisa ikut mengembangkanya.

Apabila anda tertarik dengan proyek sistem operasi pengganti windows XP ini. Anda bisa mengetahui info lebih lengkap mengenai ReactOS pada situs remisnya di linik berikut ini :

http://www.reactos.org

7 thoughts on “ReactOS, Sistem Operasi Pengganti Windows XP

  1. Reactos sudah lama ada, tapi sampai sekarang nggak sampai juga versi stable. Belum ada juga kan yang pakai reactos untuk produksi.

    • Begitulah nasib proyek-proyek open source, mereka tidak berdaya tanpa bantuan komunitas dan pengguna. Apalagi proyek yang dikelola secara perorangan tanpa sokongan dana dan roadmap yang jelas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*