Momen paling canggung saat nongkrong atau traveling bersama teman adalah ketika dua orang menatap layar ponsel yang sama-sama merah, lalu menatap satu power bank yang tersisa. Siapa yang mengalah? Atau lebih buruk, Anda berbaik hati meminjamkan, lalu ponsel sendiri mati di tengah jalan. Ini drama harian yang tidak perlu terjadi jika desain power bank tidak seragam seperti bata sejak satu dekade lalu.
Nimble, merek aksesori yang kerap bermain di jalur desain cerdas, akhirnya melontarkan jawaban untuk kejar-kejaran baterai tersebut. Namanya SharePower, dan ide utamanya brilian karena sederhana: sebuah power bank 10.000 mAh yang bisa langsung dibelah menjadi dua unit terpisah. Bayangkan seperti membelah sebatang cokelat, tapi yang Anda bagi adalah daya.

Ini bukan sekadar gimmick magnetik yang lucu untuk konten media sosial. Ada problem solving nyata yang ditawarkan. Saat unit tersambung, Anda memegang satu pengisi daya dengan dua port USB-C. Begitu dipisah, masing-masing separuh bekerja mandiri dengan baterai 5.000 mAh, lengkap dengan kabel atau port bawaannya sendiri.

Bukan Sekadar Magnet, Tapi Logistik Daya yang Dipikirkan Ulang
Saat masih menyatu, SharePower mengeluarkan kecepatan pengisian 35W melalui port USB-C-nya. Begitu dipisah, masing-masing unit 5.000 mAh mampu mengisi satu gadget di 20W, atau dua perangkat bersamaan di 15W. Angka ini memang bukan yang tercepat di pasaran, namun cukup untuk mengisi iPhone atau flagship Android dari nol ke separuh dalam waktu singkat saat istirahat ngopi.
Nimble tidak hanya memikirkan cara membelah, tapi juga bagaimana memonitor daya setelah terpisah. Unit utama mempertahankan layar persentase baterai digital yang familier. Sementara unit satelitnya menggunakan empat LED kecil yang biasanya berfungsi sebagai indikator port, kini beralih tugas sebagai penunjuk sisa daya. Solusi yang rapi dan tidak menambah kerumitan.

Lalu bagaimana dengan kabel? Separuh unit membawa kabel USB-C jalinan yang sekaligus berfungsi sebagai lanyard saat kedua bagian menempel. Separuh lainnya menyembunyikan konektor USB-C lipat di dalam bodi. Artinya, Anda tidak perlu mengingat untuk membawa kabel terpisah ketika berbagi daya dengan teman.Detail inilah yang membuat aksesori ini terasa dipikirkan oleh seseorang yang benar-benar pernah berebut colokan.
Berikut ringkasan kemampuan teknisnya:
- Kapasitas total: 10.000 mAh (terbagi menjadi dua unit 5.000 mAh)
- Kecepatan pengisian saat menyatu: 35W
- Kecepatan pengisian saat terpisah: 20W (satu perangkat) atau 15W (dua perangkat)
- Konektivitas: Dua konektor dan dua port USB-C dalam mode menyatu
- Indikator baterai: Layar persentase digital di unit utama, empat LED di unit satelit
- Dimensi: 3,05 x 2,75 inci dengan ketebalan kurang dari 1 inci
- Material: Magnetik, tersedia dalam varian putih dan edisi Liquid Crystal biru serta pink transparan

Dari Ransel Harian Hingga Sesi Gaming Darurat
Bagi pekerja urban yang mobilitasnya tinggi, fleksibilitas ini menawarkan kemewahan tersendiri. Anda bisa meninggalkan satu unit 5.000 mAh di meja kantor dan satu lagi di saku jaket untuk perjalanan pulang. Saat weekend dan hanya butuh daya cadangan ringan, separuh bodi yang lebih ramping tidak akan membuat saku celana menggembung.
Namun, yang paling menarik adalah skenario berbagi spontan. Teman Anda kehabisan baterai saat gaming mobile di kafe? Lepas salah satu unit, berikan, dan Anda berdua tetap bisa mengisi daya tanpa harus bergantian menunggu. Tidak ada drama, tidak ada negosiasi siapa yang lebih darurat.
Dari sisi desain, Nimble menawarkan tiga pilihan warna: putih bersih yang minimalis, serta dua edisi Liquid Crystal biru dan pink transparan yang membangkitkan nostalgia gadget akhir 90-an. Jujur, edisi transparan ini sulit ditolak untuk mereka yang tumbuh besar dengan Game Boy Color bening di genggaman.

Godaan Harga yang Membuat Mikir Dua Kali
Di sinilah euforia inovasi harus bersinggungan dengan realitas dompet. Nimble membanderol SharePower seharga Rp 1,3 jutaan ($80). Untuk sebuah power bank 10.000 mAh, angka ini jelas premium dan berada di level yang sama dengan aksesori MagSafe resmi Apple. Pertanyaan wajibnya: apakah fitur belah-dua ini membenarkan harga dua kali lipat dari power bank biasa dengan kapasitas serupa?
Saya melihat ini seperti membeli keleluasaan, bukan sekadar spesifikasi. Produk ini bukan untuk semua orang, dan itu tidak masalah. Jika Anda sering berada dalam situasi berbagi daya atau menginginkan setup modular yang lebih ringkas, SharePower masuk akal. Namun, jika kebutuhan Anda sekadar cadangan baterai yang murah dan awet, pasar lokal sudah penuh dengan opsi di bawah Rp 500 ribu dengan kapasitas lebih besar.
Kabar baiknya, produk ini sudah tersedia di toko online resmi Nimble dan juga di Apple Store, yang berarti standar kualitas dan keamanan komponennya sudah melewati kurasi cukup ketat. Namun untuk saat ini, pembeli dari luar Amerika Serikat harus siap dengan biaya pengiriman tambahan yang kemungkinan akan membuat harga akhir semakin menjulang.
Saya tidak akan terkejut jika desain seperti ini akhirnya ditiru oleh merek aksesori lain dalam beberapa bulan ke depan. Karena sejujurnya, begitu Anda melihat power bank yang bisa dibelah dua, Anda akan bertanya: kenapa baru sekarang?

