Kipas Genggam Anda Kuno? Rogbid Winggo Punya Kepala Gimbal dan Pendingin Semikonduktor
Bayangkan kipas genggam yang bisa mendinginkan bukan cuma lewat tiupan angin, tapi juga punya permukaan dingin yang langsung bisa ditempel ke kulit. Rogbid Winggo datang membawa konsep itu, sekaligus merombak total cara kita memandang kipas portabel yang biasanya hanya berdesain kaku dan fungsional secukupnya.
- Kepala gimbal 180 derajat: bisa dipakai genggam, diletakkan di meja, atau digantung di leher.
- Pendingin semikonduktor: permukaan logam dingin untuk sensasi lega instan selain embusan angin 11 m/s.
- Baterai 3.000 mAh: tahan hingga 10 jam pemakaian, isi ulang Type-C hanya 2,5 jam.
- Harga sekitar Rp 650 ribuan untuk pasar global, jauh lebih murah dari kompetitor sekelasnya.
Kepala Gimbal dan Pendingin Semikonduktor, Bukan Sekadar Kipas Tiup Biasa

Daya tarik utama Rogbid Winggo jelas terletak pada fleksibilitas kepalanya. Tidak seperti kipas genggam konvensional yang menyemburkan angin dari satu sudut mati, kepala Winggo bisa berputar hingga 180 derajat. Ini artinya, Anda bisa mengarahkan embusan angin ke wajah saat diletakkan di meja, atau memutarnya ke bawah ketika digantung di leher menggunakan lanyard yang sudah disertakan dalam kotak pembelian.
Material gagangnya dari paduan aluminium. Selain memberi kesan premium dan kokoh, material ini membantu mempertahankan sensasi dingin di tangan saat perangkat digunakan. Di bagian depan gagang, terdapat layar LED kecil yang menunjukkan level kecepatan kipas dan persentase baterai secara real-time.
Performa Motor Generasi Ketiga dan Sensasi Dingin Instan
Rogbid menyematkan apa yang mereka sebut sebagai motor berkecepatan tinggi generasi ketiga. Klaimnya, motor ini mampu mendorong aliran udara hingga 11 m/s dengan konsumsi daya sekitar 30% lebih rendah dari pendahulunya. Kombinasi efisiensi ini yang memungkinkan baterai 3.000 mAh di dalamnya bertahan hingga 10 jam nonstop pada pengaturan tertentu.
Namun yang paling membedakan Winggo dari kipas portabel lain adalah bantalan pendingin semikonduktor di kepala kipas. Saat dinyalakan, permukaan logam ini akan terasa dingin dan bisa langsung ditempelkan ke kulit, misalnya di pergelangan tangan atau leher. Fungsinya mirip pendingin pribadi instan, melengkapi embusan angin yang disalurkan bilah kipas.
Kipas ini juga dibekali lampu darurat tersembunyi dengan tiga tingkat kecerahan (40%, 70%, 100%) dan mode SOS berkedip. Fitur ini bisa berguna saat mati lampu atau dalam situasi darurat di perjalanan.
Kompromi dan Target Pengguna yang Tepat
Meski fleksibel, pendingin semikonduktor di perangkat seukuran kipas genggam tentu tidak bisa mendinginkan area tubuh yang luas secara instan seperti pendingin leher berukuran besar. Area dinginnya terbatas pada permukaan logam di kepala kipas. Perangkat ini sangat ideal untuk penggiat gaya hidup aktif yang sering bolak-balik antara indoor dan outdoor, atau pekerja rumahan yang butuh pendingin personal kecil di meja kerja. Namun, jika Anda mencari sensasi sejuk menyeluruh di sekujur tubuh saat berada di luar ruangan, kipas meja atau neck fan berukuran besar mungkin masih lebih relevan.
Di pasar kipas portabel, Winggo diposisikan cukup agresif. Sebagai perbandingan kasar, model populer seperti Shark ChillPill saat ini dijual dengan harga sekitar Rp 2,4 jutaan di Amazon. Rogbid Winggo, dengan harga sekitar Rp 650 ribuan, jelas menawarkan nilai yang menarik berkat kombinasi pendingin semikonduktor dan kepala gimbal yang belum lazim di kelas harganya.
Berapa Harga Kipas Serbaguna Ini?
Rogbid Winggo sudah tersedia lewat situs resmi Rogbid dalam pilihan warna Space Gray, Champagne Gold, dan Sakura Pink. Harganya dipatok $39.99 atau sekitar Rp 650 ribuan. Untuk saat ini, pemasaran dan stoknya masih berpusat di luar negeri, jadi calon pembeli di dalam negeri perlu mengecek ulang ketersediaan atau mengandalkan layanan impor dari toko resmi Rogbid.
Via: Notebookcheck

