Tertutupnya babak kepemimpinan Tim Cook di Apple tidak hanya menyisakan pertanyaan soal arah produk, tapi juga pergeseran kekuasaan internal yang selama satu dekade terakhir nyaris tidak disadari publik. Di balik layar, terjadi tarik-menarik diam-diam antara divisi desain yang dulu begitu dominan melawan kekuatan finansial dan operasional yang kian membesar. Dan sekarang, ada indikasi kuat bahwa keseimbangan itu akan diatur ulang.
Mark Gurman dari Bloomberg, dalam newsletter Power On terbarunya, mengupas secara gamblang bagaimana transisi menuju CEO baru John Ternus bukan sekadar pergantian nama di pucuk pimpinan. Ini potensi reset fundamental terhadap siapa yang sebenarnya memegang kendali atas arah produk Apple ke depan. Kalau Anda selama ini bertanya-tanya kenapa beberapa produk Apple terasa lebih aman dan kurang berani secara desain, jawabannya mungkin tersimpan di dinamika kekuasaan yang selama ini tersembunyi.
Melalui artikel ini, kita akan membedah bagaimana pengaruh tim desain Apple merosot secara sistematis, apa yang berubah dalam struktur kekuasaan perusahaan, dan kenapa John Ternus mungkin menjadi figur paling penting dalam mengembalikan otoritas desain ke posisi yang dulu pernah dipegang Jony Ive.
Apa yang Sebenarnya Hilang Setelah Jony Ive Pergi

Salah satu detail yang sering luput dari pembahasan soal era Tim Cook adalah betapa kuatnya cengkeraman divisi operasional dalam menentukan produk akhir. Ketika Jony Ive masih memimpin tim desain, struktur kekuasaan di Apple bekerja dengan logika yang berbeda sama sekali. Dalam biografi Steve Jobs yang ditulis Walter Isaacson pada 2011, Jobs secara eksplisit menyebut bahwa Ive memiliki kekuasaan operasional lebih besar daripada siapa pun di Apple selain dirinya sendiri.
Kutipan Jobs waktu itu cukup gamblang: Ive punya kekuatan sebesar itu karena "caraku mengaturnya." Ini bukan sekadar pujian terhadap bakat desain. Ini pengakuan struktural bahwa tim desain industrial Apple memiliki mandat untuk mendikte peta jalan produk dari atas ke bawah. Desain bukan sekadar departemen yang mengeksekusi spesifikasi; desain adalah arsitek utama yang menentukan apa yang akan dibuat dan bagaimana bentuknya.
Namun setelah Ive meninggalkan perusahaan, pengawasan tim desain jatuh ke tangan mantan COO Jeff Williams. Ini perubahan besar yang langsung mengubah hierarki. Tiba-tiba desain tidak lagi menjadi fungsi yang melapor langsung ke CEO dengan otoritas setara dewa. Desain kini berada di bawah payung operasional, harus bernegosiasi dengan prioritas finansial dan efisiensi rantai pasok yang mungkin tidak selalu sejalan dengan ambisi estetik.
Situasi sekarang bahkan lebih ekstrem. Apple bahkan tidak memiliki peran desain senior di jajaran kepemimpinan tertinggi. Baru belakangan ini perusahaan menambahkan profil Molly Anderson dan Steve Lemay ke halaman leadership, tapi ini lebih terlihat sebagai langkah kosmetik daripada pemulihan kekuasaan desain yang sesungguhnya. Banyak pengamat internal meyakini bahwa Apple telah secara sistematis menurunkan posisi desain menjadi kurang penting dibandingkan divisi operasionalnya.
Sepak Terjang Operasional yang Mengikis Otoritas Desain
Ketika bicara soal penurunan pengaruh tim desain, jangan bayangkan ini sebagai konflik personal atau kecemburuan antar divisi. Ini murni soal insentif struktural. Divisi operasional diukur berdasarkan efisiensi, margin, dan kemampuan produksi massal. Divisi desain diukur berdasarkan visi, orisinalitas, dan keberanian menciptakan sesuatu yang belum pernah ada. Dua sistem nilai ini secara alamiah akan berbenturan ketika perusahaan harus memutuskan produk mana yang layak diproduksi.
Dalam struktur Cook, di mana keunggulan operasional adalah DNA utama sang CEO, bobot suara divisi finansial secara natural lebih besar. Ini bukan tuduhan, melainkan realitas organisasi. Dan hasilnya terlihat dari lini produk Apple yang semakin iteratif, aman, dan kalkulatif dalam satu dekade terakhir. Bukan berarti produknya buruk, tapi arah desainnya terasa kurang berani mengambil lompatan.
Namun di titik inilah narasi mulai berubah. Menurut Gurman, John Ternus yang akan resmi memulai suksesi pada 1 September, tampaknya berniat mengembalikan sebagian otoritas tim desain. Ternus dilaporkan telah menghabiskan waktu yang cukup banyak bersama grup desain industrial selama masa persiapan transisinya. Ini bukan gestur seremonial menjelang naik takhta. Ini sinyal konkret ke mana prioritasnya akan diarahkan.
Kutipan Ternus yang Menarik Dibaca Dua Kali
Gurman mengutip pernyataan Ternus yang mungkin terdengar sederhana tapi sarat bobot bagi siapa pun yang memahami sejarah Apple: "Hal yang paling indah dirancang yang dimiliki sebagian besar pelanggan adalah produk Apple. Kami akan memastikan itu tetap terjadi."
Kalimat ini menarik bukan hanya karena menegaskan komitmen pada keindahan desain, tapi karena secara implisit mengakui bahwa "memastikan itu tetap terjadi" adalah sesuatu yang perlu diperjuangkan. Ada pengakuan tersirat bahwa status tersebut tidak lagi otomatis, bahwa ada kekuatan-kekuatan yang bisa menggerusnya jika tidak dijaga secara sadar. Ternus tidak sedang berpuisi; ia sedang mengirim pesan internal bahwa desain akan kembali menjadi prioritas eksplisit, bukan sekadar konsekuensi dari proses produksi.
Kenapa Ini Bukan Sekadar Gosip Korporat
Bagi Anda yang mengikuti Apple lebih dari sekadar daftar spesifikasi, pergeseran kekuasaan internal semacam ini sebenarnya lebih menentukan arah produk daripada teknologi chip apa pun yang sedang dikembangkan Apple Silicon. Ketika tim desain memiliki otoritas, Anda mendapatkan produk-produk yang mendobrak ekspektasi, kadang bahkan dengan mengorbankan kepraktisan jangka pendek demi visi jangka panjang.
Ketika tim operasional yang lebih dominan, Anda cenderung mendapatkan produk yang sangat baik secara eksekusi tapi jarang mengejutkan. Produk yang memuaskan pasar massal tapi mungkin tidak menciptakan kategori baru. Kedua pendekatan ini valid secara bisnis, tapi identitas historis Apple dibangun di atas keberanian desain untuk mengatakan tidak pada kompromi yang terlihat masuk akal secara finansial.
Yang menarik, tim PR Apple secara eksternal sudah mulai memposisikan Ternus sebagai wajah dari kesuksesan desain terbaru seperti MacBook Neo. Ini bukan kebetulan komunikasi. Ini upaya membangun narasi bahwa Ternus bukan hanya penerus administratif Cook, tapi figur yang memahami dan menghargai warisan desain Apple.
Apa yang Akan Terjadi di Bawah Komando Ternus
Masih terlalu dini untuk menyimpulkan seberapa jauh Ternus akan mengembalikan kekuasaan tim desain. Yang jelas, sinyal awalnya lebih condong ke arah restorasi ketimbang kelanjutan status quo. Gurman mencatat bahwa Ternus diproyeksikan akan lebih terlibat langsung dalam produk secara umum dibandingkan Cook, yang memang lebih dikenal sebagai maestro operasional ketimbang visioner produk.
Ujian pertama yang akan disaksikan publik adalah saat Ternus memperkenalkan iPhone lipat dalam acara media pada musim gugur nanti. Ini bukan sekadar peluncuran produk baru; ini adalah panggung perdana Ternus sebagai wajah publik Apple, dan iPhone lipat adalah pernyataan desain yang sangat ambisius. Bagaimana ia mempresentasikannya akan memberi gambaran awal tentang keseimbangan baru antara desain dan operasional di era kepemimpinannya.
Yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa Ternus mewarisi struktur yang sudah satu dekade terbiasa dengan dominasi operasional. Mengubah budaya organisasi sebesar Apple tidak bisa dilakukan hanya dengan satu kutipan indah atau beberapa pertemuan dengan tim desain. Butuh keputusan struktural, penempatan orang-orang kunci, dan keberanian untuk mempertahankan visi desain ketika angka-angka finansial mulai berteriak minta kompromi. Tapi setidaknya, arah anginnya sudah mulai terasa berubah.


