Apa yang Terjadi Saat Sony Akhirnya Serius di TV RGB? Harganya Bikin Jantung Copot

19 Jun, 2026 4 min read
Sony resmi meluncurkan Bravia 9 II dan 7 II dengan panel True RGB. Klaim volume warna empat kali lipat OLED, tapi harga termahalnya tembus Rp 496 juta.
Apa yang Terjadi Saat Sony Akhirnya Serius di TV RGB? Harganya Bikin Jantung Copot

Pernah merasa bahwa membangun home cinema pribadi itu bak mimpi yang terus tertunda? Di satu sisi, kita mendambakan kualitas gambar yang bisa membuat bulu kuduk merinding. Di sisi lain, harga TV premium seringkali terasa bagai tamparan yang menyadarkan kita dari lamunan. Sony baru saja meresmikan jajaran TV yang menggebrak pakem kenyamanan visual itu, meskipun mungkin dompet kita belum siap menyambutnya.

  • BRAVIA 9 II dan BRAVIA 7 II adalah TV RGB pertama Sony dengan tiga dioda independen merah, hijau, dan biru.
  • Klaim volume warna hingga empat kali lipat dibanding OLED dan kecerahan melampaui Mini-LED standar.
  • Harga BRAVIA 9 II mulai dari Rp 57,6 jutaan hingga menembus Rp 496 jutaan untuk panel 115 inci.
  • Dibekali Google TV dengan Gemini, serta mode gambar terkalibrasi untuk Netflix dan Prime Video.
  • Sony menggunakan algoritma kompleks untuk menghilangkan efek halo berwarna yang mengganggu.

Rahasia di Balik Akurasi Warna yang Nyaris Obsesif

Televisi Sony Bravia dengan teknologi True RGB
Tampilan depan TV Sony Bravia 9 II dan Bravia 7 II dengan panel RGB mutakhir. (Photo: Sony)

Jika kompetitor lain memilih jalan pintas menggunakan dua dioda yang dilapisi fosfor, Sony mengambil rute yang lebih berliku namun presisi. Teknologi "True RGB" mereka menggunakan dioda merah, hijau, dan biru yang benar-benar independen. Konsekuensinya, reproduksi warna tidak lagi "tercemar" oleh filter degradatif seperti yang terjadi di TV konvensional.

Dengan pendekatan ini, Sony tidak sekadar mengejar kecerahan membabi buta. Mereka ingin memastikan bahwa detail warna yang muncul di layar sesuai dengan standar monitor mastering profesional mereka. Ini terasa seperti pendekatan sineas yang meracik gambar, bukan sekadar pabrikan yang menempelkan komponen.

Ketika Pengalaman Visual Jadi Pedang Bermata Dua

Televisi Sony Bravia dengan teknologi True RGB
Sudut samping yang memperlihatkan profil tipis dan desain premium TV Sony terbaru. (Photo: Sony)

Impresi awal dari Kyle Barr (Gizmodo) memberikan gambaran yang cukup jujur. Teknologi RGB di BRAVIA 9 II memang sukses membuat pemandangan hutan pinus Jepang mendadak hidup, dengan semburat oranye yang sebelumnya mungkin tersembunyi. Namun, ada catatan kritis: gambar bisa terjerumus ke dalam oversaturasi jika mode tampilannya tidak diutak-atik dengan benar.

Di sinilah titik kritisnya. Sony menyediakan mesin visual yang luar biasa powerful, tetapi ia menuntut penggunanya untuk sedikit melek teknis. Jika dibiarkan dalam pengaturan default yang "menjual", warna yang dihasilkan bisa jadi terlalu nendang dan kehilangan feel sinematiknya yang alami.

Untuk urusan pengalaman menonton, Sony juga menyematkan lapisan anti-reflektif baru yang tampak seperti matte. Dipadukan dengan teknologi X-Wide Angle Pro, TV ini seharusnya lebih ramah untuk ruang keluarga yang memiliki banyak jendela tanpa harus mengorbankan kontras secara signifikan.

Peta Harga dan Varian: Sebuah Pernyataan, Bukan Sekadar Angka

Televisi Sony Bravia dengan teknologi True RGB
Tampak belakang atau detail konektivitas pada jajaran TV Sony Bravia RGB. (Photo: Sony)

Mari kita bicara soal harga yang sejujurnya sulit untuk dianggap remeh. BRAVIA 9 II hadir dalam ukuran yang sangat variatif, mulai dari 65 inci hingga monster 115 inci. Harganya dimulai dari Rp 57,6 juta ($3,600) dan melonjak drastis hingga Rp 496 juta ($31,000) untuk seri tertingginya.

Sementara itu, BRAVIA 7 II yang lebih "membumi" dimulai dari ukuran 50 inci di harga Rp 25,6 juta ($1,600) dan mencapai puncaknya di Rp 144 juta ($9,000) untuk bentangan 98 inci. Ini jelas bukan taktik untuk mengambil hati pasar menengah ke bawah. BRAVIA 9 II adalah perangkat statement yang dirancang untuk mereka yang menginginkan performa puncak tanpa kompromi, sementara BRAVIA 7 II menjadi pintu masuk yang lebih logis untuk menikmati ekosistem RGB Sony.

Kecerdasan Google TV dan Dukungan Format Premium

Di luar urusan panel, Sony tidak lupa menyematkan otak digital yang mumpuni. Kedua TV berjalan di atas Google TV dengan Gemini terintegrasi, sehingga navigasi dan pencarian konten seharusnya lebih intuitif. Sony juga membenamkan mode gambar yang sudah terkalibrasi khusus untuk Netflix, Prime Video, dan platform streaming Sony Pictures Core.

Dukungan format juga sangat komplet: ada Dolby Vision, Dolby Atmos, DTS:X, dan IMAX Enhanced. Secara desain, Sony juga cukup jenius dengan menghadirkan dudukan transparan ramping yang menciptakan ilusi layar melayang dan bebas kabel.