Ketika Apple membanderol MacBook Neo di harga yang sangat agresif awal tahun ini, banyak pabrikan Windows panik. Mereka yang biasa menjual laptop plastik seharga 10 jutaan tiba-tiba punya masalah besar: sebuah laptop dengan bodi aluminium premium, efisiensi Apple Silicon, dan nama besar yang dijual lebih murah dari perangkat keras mereka. Dell tampaknya menjadi yang pertama merespon dengan jawaban paling kredibel di Computex 2026 lewat Dell XPS 13 terbaru, namun satu keputusan teknis membuat tawaran ini serasa kurang lengkap.
- Harga Kompetitif: Mulai dari Rp 11,2 jutaan untuk umum dan Rp 9,6 jutaan untuk pelajar, sejajar dengan MacBook Neo.
- Layar Superior: Panel 2.5K touchscreen 120Hz dengan HDR dan Dolby Vision, mengalahkan panel non-sentuh 60Hz milik Neo.
- Desain Premium: Bodi CNC aluminium dengan bobot 0,99 kg dan ketebalan 12,7 mm, lebih ringan dan tipis dari kompetitor.
- Kompromi pada Memori: RAM 8GB single-channel di varian dasar dinilai terlalu sempit untuk ekosistem Windows modern.
Desain dan Layar: Pukulan Telak untuk Apple

Dell tampaknya tidak main-main dalam merancang bodi XPS 13 ini. Meski dijual dengan harga yang kini menyasar kelas menengah, Dell mempertahankan konstruksi CNC aluminium yang biasa ditemukan di lini XPS premium. Dengan bobot 0,99 kg dan ketipisan 12,7 mm, perangkat ini terasa lebih ringan dan ramping saat digenggam dibanding MacBook Neo.
Keunggulan visualnya juga sulit diabaikan. Layar 2.5K touchscreen dengan refresh rate 120Hz yang mendukung HDR dan Dolby Vision adalah lompatan besar. Saat diletakkan berdampingan, panel non-sentuh MacBook Neo yang mentok di 60Hz akan terasa kurang hidup, terutama bagi pengguna yang gemar scrolling cepat atau menikmati konten berkualitas tinggi. Keyboard backlit dengan tombol chiclet juga menjadi nilai tambah yang telah lama diminta oleh pengguna Neo.

Strategi Nama XPS: Bukan Lagi Performa Ekstrem

Menarik untuk menyimak bagaimana Dell memposisikan ulang identitas XPS. Selama ini, XPS dikenal sebagai singkatan dari Xtreme Performance System, merujuk pada mesin dengan performa gahar. Menyematkan lencana ini di laptop seharga $699 dolar AS (sekitar Rp 11,2 jutaan) dengan prosesor Intel Wildcat Lake, yang merupakan versi efisiensi dari arsitektur Panther Lake, menandakan perubahan definisi: dari performa ekstrem beralih ke value ekstrem.
Jika tim desain perangkat keras berhasil menghadirkan build quality yang solid, pertanyaannya adalah apakah tim produk memiliki keyakinan yang sama. Dengan chip Intel Core 5 320 yang dioptimalkan untuk efisiensi daya dan harga rendah, laptop ini jelas bukan monster benchmark. Namun untuk pengguna harian yang menginginkan kemewahan visual dan portabilitas, pendekatan ini sebenarnya cukup menjanjikan, asalkan tidak tersandung oleh keputusan konfigurasi lainnya.
RAM 8GB: Sabotase Senyap di Balik Performa

Di sinilah letak "keputusan aneh" yang dimaksud. Dell membekali varian dasar XPS 13 dengan RAM LPDDR5x 8GB dalam konfigurasi single-channel. Angka ini mungkin terasa cukup di macOS yang memiliki unified memory yang efisien, namun realita di Windows sangat berbeda. Microsoft sendiri secara publik sudah menyatakan bahwa 16GB adalah baseline yang direkomendasikan untuk menjalankan Windows dengan lancar.
Membuka selusin tab browser di Chrome atau multitasking moderat di Windows berpotensi membuat varian dasar ini tercekik lebih cepat. Kabar baiknya, laptop ini bisa dikonfigurasi hingga RAM 32GB, yang memberi keunggulan jangka panjang dibandingkan atap 8GB milik MacBook Neo. Namun, fleksibilitas itu kurang berarti jika varian harga termurah, yang paling sering dibandingkan dengan Neo, membawa pengalaman pengguna yang tersendat. Hal lain yang ikut terpangkas adalah jack audio 3.5mm, yang justru masih dipertahankan oleh MacBook Neo yang lebih murah.

Dengan prosesor Intel Wildcat Lake Core 5 320 yang fokus pada efisiensi, laptop ini lebih optimal untuk produktivitas ringan, penulisan, riset, dan hiburan streaming. Untuk penyuntingan video berat atau gaming, mesin ini jelas bukan arena bertarung yang ideal. Beruntung, bagi yang bersedia merogoh kocek lebih untuk varian RAM 16GB, proposisi nilainya langsung membaik drastis: layar superior, keyboard backlit, Windows Hello biometrics, dan bodi aluminium solid menjadi paket yang sulit ditolak.
Spesifikasi Utama Dell XPS 13 (2026)

- Prosesor: Intel Wildcat Lake Core 5 320
- RAM: 8GB / 16GB / 32GB LPDDR5x (8GB single-channel di varian dasar)
- Layar: 13 inci 2.5K Touchscreen, 120Hz, HDR, Dolby Vision
- Penyimpanan: SSD (opsi hingga kapasitas besar)
- Port: USB-C (tanpa jack audio 3.5mm)
- Ketebalan & Bobot: 12,7 mm / 0,99 kg
