Exynos 1680 Setara Apa? Ini 6 Chipset Pesaing yang Performanya Sama-Sama Kencang!

25 Jun, 2026 4 min read
Pahami perbandingan performa Samsung Exynos 1680 dengan 6 chipset pesaingnya untuk membantu Anda memilih perangkat yang paling sesuai dengan kebutuhan penggunaan harian.
Exynos 1680 Setara Apa? Ini 6 Chipset Pesaing yang Performanya Sama-Sama Kencang!

Menentukan posisi performa sebuah chipset kelas menengah seringkali membingungkan karena banyaknya variasi arsitektur di pasaran saat ini. Samsung Exynos 1680, yang menjadi otak bagi Samsung Galaxy A57, hadir sebagai penerus Exynos 1580 dengan fokus utama pada penyempurnaan GPU Xclipse 550 berbasis AMD RDNA 3.5 dan efisiensi konektivitas. Dengan skor AnTuTu v11 di kisaran 1,3 hingga 1,4 juta poin, chip 4nm ini menawarkan peningkatan bertahap yang cukup solid untuk penggunaan harian.

Jika Anda sedang membandingkan performa perangkat, memahami chipset mana yang berada di level serupa sangatlah membantu. Berikut adalah daftar 6 chipset yang memiliki performa setara atau paling mendekati Exynos 1680 berdasarkan pengujian benchmark terkini.

1. Snapdragon 7 Gen 4

realme 15 Pro 5G
Snapdragon 7 Gen 4 (Photo: Qualcomm)

Snapdragon 7 Gen 4 merupakan pesaing langsung di kelas menengah atas yang banyak digunakan pada perangkat seperti vivo V60, vivo V70, realme 15 Pro 5G, OPPO Reno15 Pro 5G, dan realme 16 Pro+ 5G. Meskipun secara angka benchmark Exynos 1680 sedikit lebih unggul di berbagai lini, chip Qualcomm ini menawarkan keunggulan dalam ekosistem optimasi yang lebih matang serta efisiensi GPU Adreno untuk gaming jangka panjang.

Spesifikasi:

  • Proses fabrikasi: 4nm
  • CPU: 1 core prime Cortex-A720 (2,36 GHz), 4 core performa Cortex-A720 (2,36 GHz), 3 core efisiensi Cortex-A520 (1,8 GHz)
  • GPU: Adreno 722 dengan dukungan hardware ray tracing

Harga:

  • Tersedia di berbagai perangkat dengan rentang harga bervariasi sesuai model ponsel

Yang Menonjol:

  • Optimasi ekosistem Qualcomm yang sangat matang
  • Efisiensi GPU Adreno yang teruji untuk sesi gaming panjang

2. Dimensity 8300

dimensity 8300
dimensity 8300 (Photo: MediaTek)

Chip upper mid-range dari MediaTek ini menawarkan performa yang nyaris mendekati kelas flagship, seperti yang ditemukan pada POCO X6 Pro 5G dan Xiaomi 14T. Keunggulan utamanya terletak pada frekuensi prime core yang mencapai 3,35 GHz, membuatnya sangat responsif saat menangani beban kerja mendadak.

Spesifikasi:

  • Proses fabrikasi: 4nm TSMC
  • CPU: 1 core prime Cortex-A715 (3,35 GHz), 3 core Cortex-A715 (3,2 GHz), 4 core Cortex-A510 (2,2 GHz)
  • GPU: Mali-G615 MC6

Yang Menonjol:

  • Responsivitas tinggi untuk beban kerja mendadak
  • Skor AnTuTu v11 mencapai 1,54 juta poin

3. Exynos 1580

Exynos 1580
Exynos 1580 (Photo: Samsung)

Sebagai pendahulu langsung yang digunakan pada Samsung Galaxy A56, chip ini menjadi tolok ukur paling alami untuk melihat sejauh mana peningkatan yang dilakukan Samsung. Meskipun skor single-core keduanya sangat berdekatan, Exynos 1680 berhasil unggul berkat penambahan satu core performa dan penggunaan GPU yang lebih modern.

Spesifikasi:

  • Proses fabrikasi: 4nm Samsung
  • CPU: 1 core prime Cortex-A720 (2,91 GHz), 3 core Cortex-A720 (2,6 GHz), 4 core Cortex-A520 (1,95 GHz)
  • GPU: Xclipse 540 berbasis AMD RDNA

Yang Menonjol:

  • Peningkatan grafis signifikan pada penerusnya (Exynos 1680)
  • Stabilitas performa yang teruji di seri Galaxy A sebelumnya

4. Tensor G3

Google Tensor G3
Google Tensor G3 (Photo: Google)

Tensor G3 yang menjadi otak seri Pixel 8, Pixel 8 Pro, dan Pixel 8a menawarkan filosofi desain yang unik dengan fokus pada kecerdasan buatan. Chip ini memiliki skor benchmark yang berdekatan dengan Exynos 1680, namun memiliki karakteristik thermal yang berbeda.

Spesifikasi:

  • Proses fabrikasi: 4nm Samsung
  • CPU: 1 core Cortex-X3 (2,91 GHz), 4 core Cortex-A715 (2,37 GHz), 4 core Cortex-A510 (1,7 GHz)
  • GPU: Mali-G715 MC7

Yang Menonjol:

  • NPU khusus untuk pemrosesan bahasa alami dan transkripsi real-time
  • Kemampuan pemrosesan foto komputasional yang unggul

Yang Perlu Dipertimbangkan:

  • Kecenderungan thermal throttling yang cukup agresif di bawah beban panjang
  • Performa praktis saat gaming tidak selalu mencerminkan angka benchmark

5. Snapdragon 7+ Gen 2

Snapdragon 7+ Gen 2
Snapdragon 7+ Gen 2 (Photo: Qualcomm)

Chip ini dikenal sebagai salah satu yang paling kencang pada masanya, seperti yang terlihat pada POCO F5 5G. Dengan arsitektur yang tangguh, chip ini masih mampu bersaing ketat dengan Exynos 1680 dalam hal performa gaming.

Spesifikasi:

  • Proses fabrikasi: 4nm TSMC
  • CPU: 1 core Cortex-X2 (2,91 GHz), 3 core Cortex-A710 (2,49 GHz), 4 core Cortex-A510 (1,8 GHz)
  • GPU: Adreno 725

Yang Menonjol:

  • Performa gaming yang masih sangat tangguh
  • Skor single-core dan multi-core yang bersaing ketat dengan chip era baru

6. HiSilicon Kirin 9010s

Kirin 9010s
Kirin 9010s (Photo: Huawei)

Digunakan pada Huawei Pura 80, chip ini menjadi pilihan menarik karena ketersediaannya di pasar lokal. Meskipun memiliki keterbatasan pada dukungan jaringan yang hanya mencapai 4G, konfigurasi 12 core-nya memberikan performa multi-core yang sangat kompetitif.

Spesifikasi:

  • Proses fabrikasi: 7nm SMIC
  • CPU: 12 core (2x 2,5 GHz prime core, 6x 2,05 GHz core menengah, 4x 1,5 GHz core efisiensi)
  • GPU: Maleoon 910

Yang Menonjol:

  • Performa multi-core tinggi berkat konfigurasi 12 core
  • Optimasi perangkat lunak yang erat dengan HarmonyOS
  • Kemampuan kamera komputasional yang mumpuni

Yang Perlu Dipertimbangkan:

  • Hanya mendukung jaringan 4G
  • Keterbatasan akses teknologi manufaktur terkini

Memilih chipset yang tepat sangat bergantung pada kebutuhan prioritas Anda, apakah itu efisiensi daya, performa gaming, atau optimasi fitur AI. Deretan chip di atas menunjukkan bahwa meskipun Exynos 1680 unggul dalam fabrikasi modern, setiap pesaingnya membawa keunikan tersendiri yang tetap relevan untuk digunakan saat ini.