Tablet Linux Ini Tawarkan 5 Pilihan OS Sekaligus, Tanpa Bloatware yang Membosankan

Tablet Linux Ini Tawarkan 5 Pilihan OS Sekaligus, Tanpa Bloatware yang Membosankan

Bayangkan membeli tablet baru dan justru dipusingkan dengan segudang aplikasi bawaan yang tidak pernah Anda sentuh. Perangkat flagship sekalipun kerap menyajikan pengalaman penuh bloatware yang mengganggu. Juno Computers baru saja meluncurkan sebuah anomali menyegarkan di pasar: dua tablet Linux yang justru membebaskan Anda memilih sendiri sistem operasinya.

  • Pilihan lima distribusi Linux berbeda yang bisa dipasang langsung dari pabrik
  • Prosesor Intel Core generasi terbaru dengan RAM hingga 16GB
  • Desain magnesium alloy premium dengan keyboard lepas bawaan

Dua Varian Juno Tab 4: Mungil dengan LTE atau Lapang Andal

Line up baru ini terdiri dari Juno Tab 4 10.5 inci LTE dan Juno Tab 4 13 inci Wi-Fi. Keduanya bukan sekadar tablet biasa. Juno mendesain perangkat ini sebagai mesin produktivitas ringkas yang siap menjalankan distribusi Linux papan atas. Layar IPS 60Hz menjadi kanvas utama pada kedua model. Varian 10,5 inci mengusung resolusi 1920 x 1080, sementara sang kakak 13 inci tampil lebih tajam di resolusi 1600 x 2560.

Dapur pacu keduanya wajib disimak. Model 10,5 inci LTE ditenagai Intel Core i3-N300, prosesor 8-inti dengan frekuensi maksimal 3,80 GHz. RAM 12GB LPDDR5 sudah tersolder rapi di dalamnya. Sementara itu, varian 13 inci melompat lebih agresif dengan Intel Core Ultra 5 115U dan RAM 16GB LPDDR5. Keduanya sama-sama dibekali penyimpanan 1TB SSD yang masih bisa dilepas pasang.

Konektivitas Lengkap dan Sasis Premium

Menariknya, Juno Tab 4 10.5 inci LTE tidak hanya menawarkan koneksi data seluler. Tablet ini dilengkapi slot nano SIM yang juga berfungsi sebagai slot microSD, plus modem yang memungkinkan panggilan telepon. Anda juga akan menemukan port micro HDMI, dua USB-C 3.1, serta konektor pogo pin magnetik untuk keyboard bawaan.

Di kubu yang lebih besar, Juno Tab 4 13 inci datang tanpa modem LTE dan slot microSD. Kompensasinya, bodi berbahan magnesium alloy ini menyimpan dua kipas pendingin aktif dan port USB Type-A 3.0 bawaan, selain dua USB-C 3.1. Keyboard lepas dengan lampu latar menjadi aksesori standar di kedua model, menegaskan posisinya sebagai tablet pengganti laptop konvensional.

Lima Rasa Linux, Bebas Pilih Tanpa Drama

Daya tarik paling radikal dari perangkat ini adalah fleksibilitas sistem operasi. Alih-alih dipaksa memakai Windows, Juno menawarkan lima pilihan Linux mobile OS yang bisa langsung terinstal saat Anda checkout:

  • Debian Forky (Posh)
  • Debian Forky (Plasma Mobile)
  • Debian Testing/Forky (Gnome)
  • Kubuntu 26.04 LTS (KDE Plasma)
  • Ubuntu 26.04 LTS (Gnome)

Pilihan ini sangat krusial bagi pengembang, mahasiswa IT, atau pengguna yang muak dengan langganan cloud paksa dan iklan bawaan di sistem operasi mainstream. Meski begitu, perlu dicatat bahwa tablet sekecil ini tidaklah sempurna. Pengguna yang bergantung pada ekosistem aplikasi Adobe atau Microsoft 365 dengan fitur penuh akan menemui hambatan kompatibilitas. Tablet dengan keyboard lepas ini ideal untuk mereka yang nyaman di lingkungan open source dan menghabiskan waktu di terminal atau browser.

Komparasi dengan Pesaing di Kelasnya

Dibandingkan produk serupa seperti Starlite 5 dari Star Labs, Juno Tab 4 spesifikasi-nya menawarkan prosesor Intel yang lebih up-to-date dan konfigurasi RAM yang lebih dermawan. Starlite memang hadir dalam format lebih ringkas, namun Juno unggul dalam variasi distro dan pilihan layar 13 inci dengan kipas internal untuk performa termal lebih stabil. Di sisi lain, absennya dukungan stylus presisi membuat perangkat ini kurang kompeten untuk ilustrator digital dibandingkan iPad atau Samsung Galaxy Tab S.

Untuk urusan ekspansi, penggunaan SSD M.2 2242 atau 2280 yang bisa dilepas adalah poin plus nyata. Banyak tablet Windows sekalipun kini mulai menyolder komponen penyimpanannya.

Berapa Harga dan Kapan Tersedia?

Sampai detik ini, Juno Computers masih merahasiakan banderol resmi untuk kedua varian Juno Tab 4. Halaman produk sudah terpampang, namun kolom harga dan ketersediaan belum menampilkan nominal resmi sedikit pun. Mengingat posisinya sebagai perangkat khusus berarsitektur x86, bersiaplah merogoh kocek setara laptop Ultrabook sekelasnya.

Bagikan Artikel
Bagikan: